Dampak Facebook bagi Prestasi
Belajar Remaja
Oleh : Ririn Madhindra
‘Aisiyah
Suatu penemuan yang
ditemukan oleh para ilmuwan bermula dari kesederhanaan berubah menjadi
kesempurnaan. Sumber pengetahuan bagi seluruh masyarakat dari pelosok pedesaan
hingga perkotaan, yang menyebabkan perubahan dalam aspek kehidupan bernama
“Teknologi”. Awalnya teknologi sangatlah sederhana dan fasilitas yang
dimilikinya sangatlah terbatas. Seiring dengan perkembangan zaman, kini
teknologi berkembang pesat dan semakin maju dengan berbagai macam bentuk dan
jenisnya. Ya bisa dibilang kalau kiblat orang-orang modern saat ini adalah
teknologi. Sebagai buktinya yaitu di beberapa negara maju seperti Amerika dan
Jepang telah menomorsatukan teknologi. Berbagai cara dan upaya terus dilakukan
untuk dapat menghasilkan teknologi baru yang lebih canggih dari sebelumnya.
Dengan adanya teknologi semua kegiatan manusia sekarang dilakukan secara instan
dan cepat. Ini menunjukkan bahwa teknologi berkembang secara terus menerus dari
tahun ke tahun.
Di zaman modern
yang serba canggih seperti saat ini, tentunya orang tidak asing lagi dengan
internet. Tidak hanya kalangan pembisnis yang menggunakan fasilitas ini, semua
kalangan membutuhkan fasilitas internet ini termasuk para remaja (pelajar).
Internet memanglah fasilitas yang bisa membantu pekerjaan manusia dalam
berbagai hal. Di kalangan remaja, internet merupakan nyawa baginya karena
kehidupan mereka tidak lepas dari peranan internet. Apalagi sekarang banyak
jejaring sosial, seperti facebook, twitter, yahoo koprol dengan berbagai
fitur-fitur unggul yang dimilikinya. Namun dari berbagai macam jenis jejaring
sosial tersebut, facebook tetaplah eksis di semua kalangan, khusus nya kalangan
remaja. Sebagai buktinya, CheckFacebook memublikasikan laporan hasil
surveinya bahwa dalam beberapa bulan terakhir, sekitar 750 miliar laman
Facebook dibuka oleh pengguna internet di seluruh dunia. Lembaga tersebut juga
menunjukkan data bahwa Indonesia
berada di posisi kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara dengan pengakses
Facebook terbesar di dunia. Jumlahnya mencapai 32.131.200 orang atau sekitar
5,61% dari total pengguna Facebook di dunia.
Apalagi kini facebook sangat berperan aktif dalam mempengaruhi corak
kehidupan dan pola pikir para remaja, tergantung bagaimana remaja merespon dan
memanfaatkannya secara positif atau negatif.
Facebook memanglah
fasilitas yang sangat penting untuk mengikuti perkembangan secara global.
Karena facebook merupakan media komunikasi dan informasi yang tidak mengenal
jarak dan batas waktu. Jika teknologi komunikasi dulunya memerlukan waktu yang
lama dalam penyampaiannya, kini hanya memerlukan hitungan detik saja. Selain
itu facebook merupakan jejaring pertemanan dari berbagai penjuru dunia yang
memudahkan kita untuk bertukar fikiran dan informasi dengan orang lain di luar sana. Facebook juga
merupakan sarana untuk berbagi ilmu pengetahuan, curhatan kepada teman-teman
kita, tanpa perlu bertatap muka secara langsung.
Di samping itu,
facebook banyak memberikan dampak negatif bagi para remaja. Dengan adanya
facebook, perhatian remaja untuk belajar semakin berkurang. Waktu yang
seharusnya digunakan untuk belajar tergantikan untuk bermain facebook. Setiap
harinya kebanyakan para remaja mengisi waktunya untuk selalu online. Apalagi
kini kebanyakan handphone sudah dilengkapi layanan koneksi internet yang
memudahkan penggunanya untuk online dimana dan kapan pun. Seperti dalam
syair lagunya Saikoji “siang malam ku selalu menatap layar terpaku dan lalu online-online,
online-online.”
Nah, jika para remaja bersikap seperti syair dalam lagu tersebut,
tentunya prestasi belajar para remaja bangsa ini semakin hari semakin menurun.
Di kalangan remaja
sendiri, facebook bukanlah untuk sekedar layanan komunikasi dan informasi saja,
melainkan sebagai tren gaya
hidup. Selain itu facebook merupakan media untuk gaul pada saat ini harus
dimiliki.
Tetapi anehnya, para remaja saat ini sangatlah mahir dalam
mengoperasikan facebook, sedangkan dalam menguasai pelajaran TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi) sangatlah kurang.
Seharusnya para remaja saat ini harus bisa memanfaatkan waktu dengan
baik. Di saat waktu belajar ya belajar, bermain ya bermain, dan istirahat ya
istirahat. Karena waktu adalah emas yang sangat berharga. Ketika waktu terus
berputar, tetapi tak ada satupun hal yang dapat dihasilkan atau diubah, maka
sia-sia lah hidup ini. Ingat bahwa penyesalan selalu datang menghampiri manusia
di saat terakhir atau belakangan, dan waktu tidak bisa di ulang lagi. Sebelum
semua itu terjadi pada diri kita, kita harus memperbaiki diri kita mulai dari
sekarang menjadi pribadi yang lebih
menghargai waktu, lebih rajin , dan tentunya lebih baik dari sebelumnya. Tidak
ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik.
Boleh-boleh saja sebagai remaja sesekali mengisi waktu luangnya
untuk bersenang-senang dan bersantai. Tetapi haruslah tetap ingat akan kewajibannya
sebagai remaja (pelajar). Para remaja juga
harus mampu membentengi dirinya dari pengaruh negatif yang datang dari luar.
Jika para remaja
sudah terlanjur kecanduan facebook, maka para remaja akan semakin malas
belajar. Coba bayangkan, jika setiap remaja selalu online setiap saat
dengan tidak mengenal batasan waktu, sedangkan materi pelajaran yang
disampaikan guru tidak diperhatikan, buku pelajaran tidak disentuh sama sekali,
hanya dibiarkan begitu saja tanpa peduli, lantas bagaimanakah nasib negara ini
dimasa yang akan datang?
Ya, memang remaja
itu jiwanya masih labil, penuh dengan emosional dan selalu menghadapi berbagai
tantangan dalam kehidupan yang mulai cenderung bebas. Walaupun begitu, bebas
bukan berarti bebas untuk berperilaku, bebas bertindak yang menyebabkan orang
lain di sekitar menjadi terganggu. Namun bebas itu merupakan taatnya pada suatu
aturan. Sebagai contohnya, jika kita tidak mengerjakan PR dari guru, pasti kita
merasa tidak tenang dan kebingungan mencari contekan. Di sisi lain, kita merasa
cemas dan khawatir karena takut kalau kena marah dan mendapatkan hukuman dari
guru. Tetapi jika kita mentaati aturan yang ada, yaitu dengan mengerjakan PR
dari guru tersebut, pasti kita akan bebas dari hukuman dan merasa lebih tenang.
Untuk itu,
dibutuhkan remaja-remaja yang pintar secara moral, intelektual dan ritual yang
bisa memimpin negara ini untuk masa depan dan bisa mengimbangi kemajuan
teknologi dengan kemajuan kepribadian serta cara fikir ke arah yang positif.
Karena masa depan negara ini ada di tangan para remaja.
Kemajuan teknologi bukanlah suatu penghambat, tetapi kemajuan
teknologi merupakan suatu titik terang untuk mencapai suatu perubahan ke arah
yang lebih baik. Dan ingatlah bahwa pada dasarnya teknologi itu hanyalah alat
yang digunakan manusia, bukan penggerak manusia (hayati). Dengan demikian para
remaja harus membentengi diri mereka dari hal negatif, namun tetap bersikap
objektif dan mengambil pengaruh positif.